Lima langkah menentukan dosis

  1. Periksa analisis tanah. pH, bahan organik, tekstur, drainase dan status hara membantu menentukan kebutuhan dasar.
  2. Gunakan analisis produk akhir. Frass dengan kadar NPK, kelembapan atau salinitas berbeda tidak dapat dihitung dengan dosis yang sama.
  3. Tentukan kebutuhan tanaman. Jenis tanaman, umur, tahap pertumbuhan dan target produksi memengaruhi kebutuhan nutrisi.
  4. Hitung input lain. Pupuk mineral, kompos, pupuk kandang dan residu sebelumnya harus dimasukkan dalam program nutrisi.
  5. Uji dan pantau. Mulai dengan blok kecil bila panduan lokal belum tervalidasi, lalu ukur respons tanaman dan tanah.

Metode aplikasi praktis

BroadcastSebar merata kemudian inkorporasikan secara ringan bila sesuai sistem budidaya dan kondisi tanah.
Localized placementTempatkan di zona akar dengan jarak aman dari batang atau jaringan akar muda yang sensitif.
Tanaman tahunanAplikasi mengikuti zona akar aktif dan manajemen kebun, bukan sekadar menumpuk bahan di pangkal batang.

Bagaimana mengatur waktu aplikasi?

Hindari aplikasi tepat sebelum hujan lebat yang dapat meningkatkan limpasan atau pencucian. Pada periode kering, kelembapan tanah yang memadai membantu interaksi antara bahan organik dan proses biologis di tanah. Waktu terbaik tetap bergantung pada sistem irigasi, curah hujan lokal, kondisi lahan dan tanaman.

Apakah pupuk kimia harus langsung dikurangi?

Tidak secara otomatis. Program terintegrasi dapat masuk akal, tetapi pengurangan pupuk mineral harus didasarkan pada kebutuhan hara, analisis produk, hasil uji tanah dan respons lapangan. V2 tidak menjanjikan penurunan 25–30% atau angka lain tanpa data yang sesuai.

Apa yang sebaiknya dicatat saat uji lapangan?

Prinsip: dosis yang baik adalah dosis yang dapat dijelaskan dari kebutuhan tanaman dan spesifikasi produk, lalu diperbaiki berdasarkan data lapangan.

Validasi produk

Lihat status bukti laboratorium dan klaim Pupuk Organik Terbit.

Buka halaman Pupuk Organik